Apa itu Agentic AI? Agentic AI adalah teknologi AI yang dirancang untuk memahami tujuan, merencanakan tindakan, melakukan tindakan dan evaluasi hasil secara lebih independen ketika menyelesaikan tugas-tugas tertentu.
Boleh dikatakan bahwa Agentic AI tidak hanya berfungsi sebagai AI system yang memberikan respons atas perintah, tetapi juga menjawab berbagai pertanyaan. Selain itu, AI juga dapat mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Oleh karena itu, Agentic AI dapat diartikan sebagai teknologi AI yang tidak hanya fokus pada penyelesaian pertanyaan tetapi melakukan “tindakan” berdasarkan tujuan yang sudah ditetapkan. Sistem ini memiliki kemampuan untuk menguraikan tugas-tugas kompleks menjadi tugas-tugas yang lebih sederhana.
Selanjutnya, ia akan mengetahui apa yang harus dilakukan, memanfaatkan alat-alat yang tersedia dan memeriksa hasilnya sebelum memulai proses berikutnya.
Misalnya, seseorang dapat meminta bantuan AI dengan cara yang sangat sederhana seperti: “Buatkan saya analisis penjualan perusahaan pada bulan ini.”
Agensi AI generatif dapat membantu dalam situasi ini, bila pengguna memberikan sistem data penjualan dan meminta menganalisisnya. Namun, sistem dengan paradigma Agentic AI bisa dikonfigurasi untuk melaksanakan operasi yang lebih kompleks.
Jika sistem memiliki akses yang tepat, maka ia dapat mendapatkan data dari sumber yang ditunjuk, analisis kualitas data, analisis angka penjualan, analisis hasil dengan periode sebelumnya, temukan pola, penyusunan laporan dan akhirnya, evaluasi hasil.
Dan ini hanya salah satu dasar contoh tentang bagaimana beroperasinya Agentic AI. Namun perlu untuk dipahami bahwa tidak berarti bahwa komputer “Agentic AI” memiliki kesadaran atau berpikir seperti manusia.
Apa itu Agentic AI?
Apa itu Agentic AI? Agentic adalah karakteristik yang berbicara tentang kemampuan dan sistem bertindak sesuai dengan tujuannya dengan level kemandirian tertentu.
Dalam hal ini, fungsi Agentic AI masih akan bergantung pada desain sistem, model AI, data yang dimiliki, tools yang terkoneksi dan akses yang diberikan.
Apa Pengertian Agentic AI?
Apa itu Agentic AI? Pengertian Agentic AI adalah sebuah teknologi yang menunjukkan pendekatan di dalam bidang kecerdasan buatan. Sistem kecerdasan buatan tersebut diberi kemampuan untuk melakukan berbagai aksi guna mencapai suatu tujuan tertentu dengan tingkat kemandirian berbeda-beda.
Jika dikarenakan sistem AI tradisional, biasanya pengguna perlu menentukan setiap aksi yang akan diambil dalam suatu proses. Agentic AI tidaklah demikian. Agentic AI dapat dibuat untuk memilih sendiri aksi berikutnya berdasarkan pada tujuan awal dan hasil dari tindakan yang telah dilakukan sebelumnya.
Umumnya, Agentic AI memiliki potensi untuk:
- Memahami keinginan pengguna.
- Merencanakan.
- Mengurai tugas besar menjadi beberapa tugas yang lebih kecil.
- Mencoba untuk memilih aksi yang diperlukan.
- Menggunakan alat atau sumber informasi.
- Mengingat konteks yang relevan.
- Menilai hasil yang diperoleh.
- Mengubah aksi berikutnya.
Namun, bukan semua sistem Agentic AI telah memiliki tingkat kemandirian yang sama. Dalam beberapa sistem, mungkin diperlukan persetujuan manusia sebelum pelaksanaan aksi tersebut. Selain itu, ada sistem yang mampu melakukan proses otomatis, tapi juga yang beroperasi dalam batas-batas tertentu.
Jadi, Agentic AI ini bukan berarti bahwa AI dapat melakukan semua aksi tanpa adanya kontrol dari manusia.
Apa itu Agentic AI: Bagaimana Cara Kerjanya?
Cara kerja Agentic AI secara umum dimulai dengan memahami tujuan, menyusun rencana, melakukan tindakan, mengevaluasi hasil, dan menyesuaikan langkah berikutnya jika diperlukan.
Prosesnya dapat digambarkan secara sederhana sebagai berikut:
Tujuan → Perencanaan → Tindakan → Evaluasi → Penyesuaian → Tindakan Berikutnya.
Pertama-tama, sistem mendapatkan tujuan dari user. Setelah itu, sistem mencoba memahami hasil yang ingin dicapai.
Kedua, Agentic AI membuat rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Kegiatan yang cukup besar dapat dipecah menjadi tahap-tahap yang lebih kecil.
Ketiga, sistem melakukan tahap-tahap tersebut. Pada tahap ini, Agentic AI dapat menggunakan potensi model AI dan tools yang ada.
Keempat, sistem mengevaluasi hasil dari tahap-tahap yang sudah dilakukan. Jika hasilnya tidak memenuhi ekspektasi, maka sistem bisa melakukan koreksi dan evaluasi.
Ini semua dapat diulang selama beberapa siklus sampai akhirnya tujuan tersebut tercapai atau sistem menginjak batas yang sudah ditetapkan.
Itulah mengapa Agentic AI ini sangat unik. Sistem tidak hanya berkonsentrasi pada satu solusi, tetapi juga bisa melaksanakan serangkaian tahapan proses yang tersusun dengan rapi dan saling berhubungan.
Apa Contoh Sederhana Agentic AI?
Contoh sederhana Agentic AI merupakan sistem yang bisa membantu dalam melakukan tugas yang melibatkan beberapa tahapan seperti analisis data penjualan dan membuat laporan yang berdasarkan tujuan yang ditentukan oleh pengguna.
Misalnya, pemilik bisnis memberikan instruksi sebagai berikut:
“Analisa penjualan bulan ini dan buatlah laporan untuk rapat.”
Dalam hal ini, jika sistem memiliki akses yang dibutuhkan maka Agentic AI bisa menjalankan beberapa proses secara simultan.
Pertama, sistem paham bahwa tujuannya adalah membuat laporan analisis penjualan. Kedua, sistem mendapatkan data penjualan dari sumber yang telah diizinkan.
Ketiga, sistem melakukan pengecekan pada data tersebut tentang informasi yang hilang atau yang tidak tepat. Keempat, sistem melakukan analisis penjualan serta membandingkannya dengan periode yang sebelumnya.
Kelima, sistem mencari pattern atau informasi penting seperti penjualan produk yang tertinggi dan produk yang mengalami penurunan penjualan.
Keenam, sistem merangkai analisis tersebut ke dalam bentuk laporan yang jelas. Ketujuh, sistem mengevaluasi laporan tersebut apakah laporan tersebut telah mencapai tujuan awal.
Contoh ini hanya memberikan gambaran sederhana saja. Karena kemampuan real Agentic AI sangat bergantung pada sistem yang telah digunakan.
Apa itu Agentic AI: Perbedaan dengan AI Lain
Perbedaan Agentic AI dengan AI biasa, Generative AI, dan AI Agent terletak pada fokus dan cara kerja masing-masing, meskipun semuanya memiliki hubungan yang erat dalam perkembangan kecerdasan buatan.
1. Apa Perbedaan Agentic AI dan AI Biasa?
Perbedaan mendasar yang ada pada Agentic AI dan AI biasa secara keseluruhan adalah Agentic AI memiliki kemampuan dalam merancang prosedur multi-langkah yang dilakukan berdasarkan tujuan tertentu. Sedangkan pada AI biasa hanya melakukan tugas untuk merespons kepada input yang diterima.
AI biasa sering menggunakan pola sederhana:
Input → Proses → Output
Perbedaan penting lainnya yang terdapat antara Agentic AI dengan AI biasa sebagai berikut: Agentic AI mampu merencanakan prosedur multi-langkah.
Biasanya dilakukan dengan menggunakan tujuan tertentu, sementara pada AI biasa hanya melakukan tugas dengan respon atas pertanyaan atau perintah yang diberikan oleh pengguna.
Contohnya seperti ini, pengguna mempertanyakan hal berikut:
“Bagaimana manfaat dari Artificial Intelligence?“
AI akan menjawab pertanyaan tersebut. Jika pengguna ingin menyelesaikan tugas selanjutnya, maka pengguna perlu memasukkan instruksi baru. Tetapi tidak demikian halnya dengan Agentic AI yang berjalan dalam cara:
Tujuan – Rencana – Tindakan – Evaluasi – Tindakan Selanjutnya.
Agentic AI mampu menyelesaikan beberapa langkah yang saling berhubungan untuk menyelesaikan suatu tugas dengan hasil yang diharapkan.
Maka dari itu, perbedaan antara keduanya bukanlah karena Agentic AI lebih baru atau canggih. Namun perbedaannya pada kemampuan sistem untuk merencanakan dan menjalankan tindakan berdasarkan tujuan tertentu.
2. Apa Perbedaan Agentic AI dan Generative AI?
Perbedaan antara Generative AI dan Agentic AI adalah Generative AI berkonsentrasi pada pembuatan konten, sementara Agentic AI berkonsentrasi pada menjalankan proses dan tindakan untuk mencapai tujuan.
Generative AI merupakan alat yang terkenal untuk menghasilkan berbagai konten beragam, termasuk:
- Konten Teks.
- Konten gambar.
- Konten yang berupa Audio.
- Konten video.
- Maupun tentang program code.
Dalam hal ini, pengguna dapat meminta AI generative untuk membuat artikel atau membuat ringkasan dari dokumen tertentu. Namun, Agentic AI memiliki pendekatan yang berbeda.
Sistem bisa menggunakan Generative AI menjadi salah satu komponen untuk melaksanakan tugas lebih lama. Misalnya, Agentic AI bisa menggunakan data, menganalisisnya, dan menggunakan Generative AI untuk merancang laporan.
Maknanya, mereka bisa bekerja sama.
Generative AI bisa membantu dalam pembuatan konten, sementara Agentic AI bisa mengatur proses dan tindakan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
3. Apa Perbedaan Agentic AI dan AI Agent?
Perbedaan antara Agentic AI dan AI Agent terletak pada makna dari dua istilah tersebut. Mengingat Agentic AI lebih sering diartikan sebagai suatu pendekatan atau sifat dari sistem AI, sedangkan AI Agent adalah cara menyebut agen atau sistem yang direncanakan untuk melakukan tugas tertentu.
AI Agent dapat menerima tujuan, melakukan tindakan dan mengeksekusi tugas tertentu sesuai dengan prinsip dan kapabilitasnya.
Sedangkan, Agentic AI adalah konsep umum dari sistem kecerdasan buatan yang berfungsi dalam bertindak mandirilah dan tujuan-orientasi.
Sebagian besar, kedua istilah tersebut digunakan secara berselang-seling. Namun, paham akan perbedaan konsep masih menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa Agentic AI tidak salah kaprah sebagai produk tertentu.
Apa Saja Komponen dan Kemampuan Agentic AI?
Beberapa komponen Agentic AI meliputi model AI, kemampuan perencanaan, memori, tools, kemampuan bertindak, dan evaluasi atau feedback mechanism.
Komponen-komponen ini bisa berfungsi bersama-sama dalam membantu sistem dalam mencapai tujuannya.
1. Fungsi dari Model AI pada Agentic AI?
Model AI berfungsi untuk membantu Agentic AI memahami instruksi, mengolah informasi, serta melakukan proses pengambilan keputusan atau perencanaan.
Model AI yang terbesar atau Large Language Model bisa menjadi salah satu komponen dari Agentic AI. Namun, Large Language Model bukanlah Agentic AI.
Large Language Model adalah model yang dirancang untuk memahami dan menghasilkan bahasa. Sementara itu, Agentic AI adalah sistem yang mampu mengimplementasikan model AI dengan komponen lainnya untuk menjalankan proses yang lebih kompleks.
Secara singkat, “Large Language Model” bisa menjadi otak bahasa dari Agentic AI, namun kemampuan agentic memerlukan komponen lainnya.
2. Apa Fungsi Memory dalam Agentic AI?
Memori membantu Agentic AI menyimpan informasi dan konteks yang relevan saat bekerja. Dalam kasus banyak tahapan dalam pekerjaan, ini sangat penting.
Agar menyelesaikan tugasnya dengan baik, AI perlu ingat tujuan awal, apa yang telah dicapai, efek tindakan sebelumnya, dan apa informasi yang telah ditemukan. Tanpa mekanisme memori atau pengelolaan konteks yang baik, sistem bisa kehilangan informasi yang sangat penting.
3. Apa Fungsi Tools dalam Agentic AI?
Tools membantu Agentic AI berinteraksi dengan sistem atau sumber informasi luar yang telah diberi izin. Tools bisa menjadi:
- Database data.
- API.
- Mesin untuk pencarian.
- Kalkulator.
- Sistem perusahaan.
- Aplikasi.
Berbekal tools, agentic AI memiliki kemampuan menyelesaikan tugas yang tidak dapat dilakukan oleh penyerahan teks saja.
Namun, akses ke tools perlu dibatasi dengan baik. Semakin besar akses yang diberikan, maka semakin besar juga risikonya dalam hal kesalahan.
4. Apa Fungsi Evaluasi dan Feedback?
Feedbacks dan evaluasi memberi kesempatan pada Agentic AI untuk mengecek apakah tindakan yang telah dilakukan menghasilkan hasil yang sesuai dengan sasaran. Jika tidak, sistem dapat melakukan penyesuaian pada langkah selanjutnya.
Ini membuat Agentic AI berfungsi secara lebih dinamis dibandingkan sistem yang hanya menerima satu input dan menghasilkan satu output saja.
Apa itu Agentic AI: Manfaat dan Risiko
Manfaat Agentic AI adalah membantu meningkatkan efisiensi, mengotomatisasi pekerjaan rutin, membantu analisis, dan meningkatkan produktivitas, sedangkan risikonya berkaitan dengan kesalahan AI, keamanan data, akses sistem, dan kurangnya pengawasan.
1. Apa Manfaat Agentic AI?
Berdasarkan hasil penelitian, manfaat utama Agentic AI adalah sebagai pendukung manusia dalam melaksanakan pekerjaan multi-step yang lebih efisien. Beberapa manfaat yang mungkin didapatkan adalah:
Peningkatan efisiensi. Dengan Agentic AI bisa membantu melaksanakan beberapa langkah dalam pekerjaan secara otomatis sehingga pekerjaan menjadi lebih sedikit.
Mengotomatisasi tugas-tugas rutin. Pekerjaan yang bersifat rutin dan memiliki prosedur yang jelas bisa dikategorikan dalam pekerjaan yang bisa dikontrol otomatis oleh sistem.
Memfasilitasi analisis data. Sistem dapat membantu dalam proses pengolahan dan penemuan pola-pola dalam data.
Membantu dalam hal produktivitas. Manusia bisa menekan waktu yang diperlukan dalam pekerjaan administratif. Namun, manfaat tersebut tidak berarti semua pekerjaan dapat langsung diotomatisasi. Sistem tetap membutuhkan desain yang tepat dan pengawasan manusia.
2. Apa Risiko Agentic AI?
Agentic AI juga membawa risiko, misalkan sistem yang memahami tujuan secara salah, informasi yang salah, aksi yang salah, atau akses berlebihan terhadap data dan sistem.
Kesalahan dari AI adalah risiko terburuk. Jika sistem salah memahami tujuan, maka aksinya juga tidak akan benar. Selain itu, AI juga bisa membuat informasi yang salah.
Begitu pula dengan informasi yang diberikan AI tersebut digunakan sebagai basis untuk tindakan berikutnya, risiko tersebut juga akan menyebar di dalam proses tersebut.
Secara khusus, tentunya risiko keamanan juga jadi fokus perhatian. Sistem harus dikembangkan dengan batasan akses yang baik apabila sistem tersebut terhubung dengan database atau layanan lainnya.
3. Mengapa Pengawasan Manusia Tetap Penting?
Pengawasan manusia tetap penting karena Agentic AI bisa membuat kesalahan dan tidak memiliki kemampuan memahami nilai, tanggung jawab, serta konteks moral seperti manusia.
Di dalam hal yang penting, manusia tetap harus terlibat. Metode ini biasanya disebut “human in the loop” yaitu pengawasan atau persetujuan dari manusia dalam beberapa bagian proses.
Contohnya, Agentic AI bisa membantu untuk membuat rekomendasi, namun keputusan final tetap dibuat oleh manusia.
Bagaimana Masa Depan Agentic AI?
Masa depan Agentic AI juga bisa semakin sering berkolaborasi dengan teknologi lainnya, misalnya robotika, Internet of Things, cloud computing, dan edge computing.
Pembahasan ini bisa memberikan kesempatan pada sistem AI untuk berinteraksi lebih banyak dengan lingkungan digital dan fisik.
1. Hubungan Agentic AI dengan Robotika
Agentic AI bisa membantu robot memahami tujuannya, mentransformasi informasi tentang lingkungan dan menentukan apa tindakan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas yang telah ditetapkan.
Misalnya, robot yang dirancang untuk menyelesaikan tugas tertentu bisa memanfaatkan AI untuk memahami kondisi lingkungan dan melanjutkan proses.
Namun, penggunaan Agentic AI dalam robotika membutuhkan sistem keamanan yang sangat tinggi karena tindakan AI bisa mempengaruhi kondisi lingkungan fisik.
2. Hubungan Agentic AI dengan IoT dan Edge Computing
Agentic AI bisa memanfaatkan data dari perangkat Internet of Things dan kemampuan edge computing untuk membuat sistem yang akan lebih responsif terhadap lingkungan.
Perangkat IoT bisa menghasilkan data dari sensor dan perangkat lainnya yang terhubung. Di sisi lain, edge computing memberikan kemampuan memproses data sedikit lebih dekat dengan sumbernya.
Gabungan keduanya bisa membuka banyak peluang terkait penggunaan Agentic AI.
Namun, semakin besar kemampuan sistem untuk melakukan tindakan, maka semakin pentingnya faktor keamanan, privasi, transparansi dan pengawasan manusia.
Kesimpulan: Apa Itu Agentic AI?
Agentic AI merupakan teknologi kecerdasan buatan yang dikembangkan untuk mampu memahami tujuan, merencanakan tindakan, melakukan tindakan tersebut, dan mengevaluasi hasil dari tindakan untuk mengakhiri suatu tugas.
Berdasarkan hal tersebut, Agentic AI berbeda dengan kebanyakan AI konvensional yang biasanya memberikan tanggapan berdasarkan input dari pengguna. Agentic AI dapat bekerja melalui proses multi-langkah dengan berdasarkan tujuan yang telah ditentukan.
Dalam hal ini, Agentic AI juga berbeda dengan Generative AI. Dimana generative AI fokus kepada penghasilan konten berupa teks, gambar, suara, video, atau bahkan coding. Sedangkan agentic AI fokus kepada proses atau action untuk menggapai tujuan.
Namun, kedua teknologi tersebut bisa digunakan secara bersama-sama di mana Generative AI bisa menjadi komponen dalam Agentic AI. Misalnya untuk membantu proses analisa instruksi, pembuatan konten, atau proses lainnya.
Agentic AI memiliki banyak sekali potensi untuk menambah efisiensi, otomatisasi tugas, analisis data, dan membantu produktivitas manusia.
Namun, ada risiko lain yang juga harus diwaspadai. Kesalahan AI, data yang salah, masalah keamanan, akses ke sistem, dan kurangnya kontrol bisa menjadi masalah dalam pelaksanaannya.
Dengan demikian, evolusi Agentic AI tidak hanya bisa dinilai dari tingkat teknologi tersebut. Yang terpenting juga, cara teknologi tersebut dirancang, dikendalikan, dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
Agentic AI bukan saja teknologi yang mampu merespons pertanyaan, namun adalah pendekatan teknologi yang mendorong sistem kecerdasan buatan mengeksekusi serangkaian tindakan demi mencapai suatu tujuan.
Jika dikembangkan dengan ketentuan yang tepat dan pengawasan yang benar, maka Agentic AI memiliki potensi untuk mengubah cara kerja manusia dan interaksi mereka dengan teknologi.
FAQ tentang Agentic AI
1. Apa itu Agentic AI?
Agentic AI merupakan sebuah teknologi kecerdasan buatan yang cerdas. Ia memiliki kemampuan untuk memahami tujuan, membuat rencana, bertindak, dan mengevaluasi hasil untuk menghasilkan tugas tertentu dengan beberapa tingkat kemandirian.
2. Apakah Agentic AI berbeda dari Generative AI?
Jawabannya Ya. Generative AI merujuk pada proses pembuatan konten, sementara Agentic AI lebih merujuk kepada proses atau tindakan pelaksanaan guna melakukan tujuan yang diinginkan.
3. Apa Perbedaan Agentic AI dan AI Agent?
Ya, memang ada perbedaan. Agentic AI bisa dikatakan lebih deskriptif dalam hal pendekatan atau karakteristik dari sistem yang memiliki tujuan, sedangkan AI Agent sering merujuk kepada agen atau sistem yang dirancang untuk melakukan pekerjaan tersebut.
4. Apakah Agentic AI sama dengan Artificial Intelligence?
Jawabannya tidak. Agentic AI hanyalah salah satu dari banyak pendekatan atau perkembangan di bidang Artificial Intelligence. Namun “Artificial Intelligence” memiliki ruang lingkup yang lebih luas dibandingkan Agentic AI.
5. Apakah Agentic AI akan menggantikan manusia?
Jawabannya tidak. Agentic AI tidak akan menggantikan manusia secara penuh, namun mereka dapat melakukan tugas-tugas tertentu dan mempengaruhi cara kerja manusia melalui teknologi tersebut.
6. Apakah Agentic AI aman untuk digunakan?
Jawabannya ya, cukup aman. Agentic AI bisa dikatakan aman untuk digunakan apabila diselenggarakan dengan pengendalian akses, sistem keamanan data, kontrol dan pengawasan manusia.


