Gagal dan mencoba lagi merupakan tindakan yang positif, dengan kegagalan seseorang dapat mengetahui kekurangan dan kesalahan yang dilakukan. Orang yang sukses tentu sering mengalami kegagalan dan hal tersebut bukanlah masalah yang serius. Karena yang terpenting adalah memperbaiki diri dan mencoba lagi.
Thomas Alva Edison adalah seorang ilmuwan yang terkenal di seluruh dunia, beliau adalah penemu lampu pijar atau lampu listrik. Dalam perjalanan hidup dan kariernya, Edison banyak mengalami kegagalan demi kegagalan.
Namun karena ia seorang yang tangguh dan selalu mencoba lagi, maka kepercayaan diri dan optimisme tersebut membawanya kepada kesuksesan.
Oleh sebab itu, jangan pernah takut gagal. Karena kegagalan adalah bagian penting yang harus dilewati, supaya kita dapat banyak belajar dan memperbaiki diri.
Gagal dan Mencoba Lagi
Gagal dan mencoba lagi. Setiap orang sadar atau tidak sadar pasti pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya, gagal dan mencoba lagi adalah hal yang terpenting dalam hidup. Ada banyak orang yang terpuruk dalam kegagalan demi kegagalan dan mereka tidak bisa bangkit lagi.
Hal semacam ini tentulah sangat disayangkan, karena kehidupan yang sebenarnya adalah sebuah pertandingan. Setiap hari kita berkompetisi dan bersaing, baik dalam belajar, dalam pekerjaan atau dalam membangun usaha dan bisnis.
Bagaimana bisa menjadi berhasil dan sukses jika tidak berani mencoba dan takut dengan kegagalan. Thomas Alva Edison sebenarnya bukan berasal dari keluarga yang hebat. Dia pernah dikeluarkan dari sekolah karena alasan banyak bertanya dan tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah.
Thomas Alfa Edison dianggap anak yang bodoh di sekolah, ia dikeluarkan dan dikembalikan kepada orang tuanya. Selanjutnya, ia diajar dan dididik oleh ibunya sendiri di rumah dengan penuh kasih sayang.
Melihat dari kualitas pendidikan yang hanya dilakukan oleh ibunya sendiri di rumah, tentu tidak mungkin jika ia menjadi seorang ilmuwan ternama. Sungguh di luar nalar bukan? Namun hal inilah yang terjadi.
Edison adalah anak yang aktif dan selalu mencoba banyak hal. Hal inilah yang menjadi titik awal kemampuannya dalam menciptakan dan menemukan lampu pijar/lampu listrik. Banyak sumber yang menyebutkan bahwa ia gagal 999 kali, percobaan yang ke 1000 baru yang berhasil.
Tentu hal ini sangat spektakuler sekali dan memberikan inspirasi bagi kita dimasa sekarang ini. Meskipun masih banyak sumber juga yang menjelaskan bahwa apabila semua percobaan tersebut dihitung bisa mencapai 2774 kali percobaan.
Artinya, tidak peduli berapa banyak kegagalan itu terjadi, kerja keras dan kemauan itulah yang menyebabkan seseorang berhasil dan sukses.
Cara Menghadapi Kegagalan
Ada beberapa hal penting yang bisa dipelajari dari kisah kesuksesan Thomas Alva Edison, di antaranya adalah Jangan takut dengan kegagalan. Teruslah mencoba dan belajar lagi, jangan pernah menyerah.
1. Jangan Takut Dengan Kegagalan
Jika boleh memilih tentu Edison tidak mau keluar dari sekolah, namun apa boleh buat itu adalah keputusan dari sekolah. Tidak ada orang tau jika dimasa depan ia akan gagal dalam banyak hal. Mungkin dalam hubungan asmara, pernikahan, pekerjaan, bisnis atau gagal dalam hal lainnya.
Kegagalan adalah sebuah pembelajaran yang baik karena kita diajar untuk melihat kekurangan dan kelemahan di dalam diri sendiri. Menyerah bukanlah sebuah pilihan yang baik, gagal dan mencoba lagi adalah pilihan yang tepat.
Kisah Edison yang dikeluarkan dari sekolah dan hanya belajar di rumah tentu dengan ibunya tentu sangat menyedihkan. Seharusnya ia berada dibangku sekolah bersama-sama teman sebayanya, namun kasih sayang seorang ibu mampu membuatnya menjadi seorang yang berhasil.
Ingatlah kegagalan tidaklah selalu sebagai sesuatu hal yang buruk, karena kegagalan ada sebuah proses yang mendewasakan seseorang.
Kegagalan akan membuat seseorang lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dan melakukan segala sesuatu. Jadi, belajarlah dari pengalaman hidup, sehingga kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.
2. Selalu Belajar dan Mencoba Lagi
Pembelajaran memang memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap cara berpikir, cara bertindak dan pengambilan keputusan seseorang. Semakin banyak seseorang belajar, maka akan semakin banyak pengetahuannya.
Orang-orang yang suka kepada pembelajaran, maka ia tidak melihat kegagalan sebagai sebuah hal yang serius dan menakutkan. Melainkan ia akan terus belajar dan melakukan banyak eksperimen untuk mengetahui penyebab kegagalan tersebut.
Dengan demikian, kegagalan dapat menjadi sebuah referensi untuk mengetahui titik-titik kesalahan yang dilakukan. Dengan mengetahui penyebabnya, maka seseorang dapat bertindak secara hati-hati dalam melakukan segala sesuatu.
Ia akan mempertimbangkan dengan matang dan tidak sembarang dalam mengambil keputusan. Oleh sebab itu, belajarlah sebanyak mungkin melalui keluarga, lingkungan sekitar atau melalui orang-orang yang memiliki kemampuan yang hebat.
Jadi, jangan pernah takut dengan pada kegagalan. Namun belajarlah dari kegagalan tersebut untuk memperbaiki diri.
3. Membangun Sebuah Relasi
Membangun relasi dan mengembangkan lingkungan sosial dapat memberikan pengaruh yang positif. Semakin banyak teman dan relasi, maka akan semakin banyak kesempatan untuk belajar dengan orang-orang yang hebat.
Dengan membangun relasi dan bekerja sama dengan banyak pihak, tentu memberikan manfaat yang baik sekali bagi pengembangan usaha atau bisnis. Para senior akan memberikan tips-tips serta langkah-langkah yang tepat supaya tidak gagal dalam membangun bisnis.
Meskipun jika terpaksa gagal, kita tidak takut untuk mencoba lagi. Membangun koneksi dan relasi yang lebih besar akan memberikan pengaruh yang besar terhadap pola pikir dan cara kita memandang sesuatu.
Hal-hal seperti ini akan memberikan dampak yang positif kepada seseorang, ia akan berpikir cerdas dan maju kedepan. Kegagalan tidak akan membuat ia menyerah atau mundur, tetapi justru membuatnya semakin giat untuk mencoba banyak hal.






